Pekerjaan Jalan Dan Rehab Irigasi Dinas PUPR Lampung Selatan Th 2024 Mengalami Gagal Kontruksi, Apa Tanggapan Bupati Radityo Egi

Lampung Selatan – RNewsLampung.id, Realisasi peningkatan Jalan dan Rehabilitasi Irigasi yang menelan angka puluhan milyar rupiah rupanya tak sebanding dengan kualitas dari pekerjaan tersebut.

Saat Tim LSM DPD KOMA LAMPUNG (Komunitas Masyarakat Lampung) yang di didampingi Sekertaris KOMA LAMPUNG Dhany Darmawan ini melakukan penelusuran dan ivestigasi di beberapa kegiatan fisik ditemukan fakta yang cukup mengagetkan, pekerjaan fisik yang baru saja selesai digarap oleh Dinas PUPR Setempat pada Tahun Anggaran 2024 yang lalu mengalami Kerusakan yang sangat serius bahkan dapat dikatakan Gagal Kontruksi, Pekerjaan tersebut antara lain :

1. Peningkatan jalan Melati 1 Desa Hajimena Kecamatan Natar
Rp.600.000.000.
2. Peningkatan jalan ruas Hajimena Batas Pesawaran Kecamatan Natar
Rp.1.000.000.000.
3. Peningkatan jalan Dusun Wonosari Natar Desa Candimas
Rp.1.000.000.000.
4. Peningkatan jalan Sawit Dusun Bandar Rejo Desa Merak Batin Kecamatan Natar
Rp.250.000.000.
5. Peningkatan jalan Ruas Tanjung Baru – Baru Ranji Kecamatan Merbau Mataram
Rp.1.000.000.000.
6. Peningkatan jalan Makdum Sakti 2 Desa Pemanggilan Kecamatan Natar
Rp.1.200.000.000.
7. Peningkatan jalan Ruas Jalan Mandah – Margomulyo Kecamatan Natar
Rp.1.000.000.000.
8. Peningkatan jalan Mawar Desa Way Hui Kecamatan Jati Agung
Rp.360.529.000.
9. Peningkatan jalan Dusun Gunung Langgar Desa Sabah Balau Kec. Tanjung Bintang Rp.1.500.000.000
10. Rehabilitasi jaringan irigasi D,I. Way Sumur Dewa Kec. Kalianda
Rp.300.717.561.
11. Rehabilitasi jaringan irigasi D.I. Way Pangkul Kec. Rajabasa
Rp.251.057.014.

Kerusakan yang timbul pada pekerjaan tersebut sangat terlihat kasat mata, tidak perlu dijelaksan apa saja kerusakan – kerusakan tersebut karna terlampir dalam foto Dokumentasi yang telah TIM KOMA kumpulkan, Tegas Dhany sekretaris KOMA LAMPUNG. Dhany juga mengatakan kepada awak media ini, yang paling penting untuk dibahas saat ini mengapa hal tersebut dapat terjadi, kerusakan – kerusakan pada realisasi kegiatan tersebut, ya itu yang menjadi pertanyaan.

Entah disebabkan kelalaian pihak Dinas PUPR pada saat pengawasan atau konsultan pengawas lapang yang tak pernah hadir dan tak pernah terlihat batang hidung nya dari mulai awal pekerjaan sampai dengan selesainya pekerjaan, mungkin juga pihak rekanan yang memang dengan sengaja mengurangi Volume Bahan Material yang digunakan demi menekan Cost pengeluaran dan mendapatkan untung sebesar-besarnya.

Akibat kelalaian dari pihak-pihak yang terlibat dalam proses pekerjaan tersebut dampak yang langsung merasakan adalah Masyarakat sekitar, seharusnya dapat menikmati hasil Pembangunan dan dapat meningkatkan roda perekonomian Masyarakat sekitar ini malah sebaliknya. Masyarakat merasa di bohongi, di curangi bahkan di bodohi oleh pemerintah nya sendiri.
Ucap Dhany dengan nada yang keras.

Uang “Pajak” yang dikumpulkan pemerintah dari hasil memeras rakyatnya masih juga di curangi dan di akali oleh Oknum – Oknum Pejabat yang mempunyai perilaku “Culas, Korup, dan penuh ambisi memperkaya diri dan golongan nya saja.” Dalam Hal ini yang mempunyai tanggung jawab dari pekerjaan tersebut adalah Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan. Tambah lnya. Dhany juga akan membawa permasalahan ini kepada aparat penegak hukum dan akan mengawal hingga tuntas.

Awak media ini mencoba konfirmasi secara langsung kepada dinas PUPR kabupaten Lampung Selatan melalui pesan WhatsApp, tapi hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas meskipun pesan WhatsApp terkirim.

Dan apa tanggapan orang nomor satu Di Kabupaten Tersebut Radityo Egi Pratama selaku Bupati Terpilih, yang baru saja beberapa hari lalu menjalankan Program 100 Hari Kerja sebagai kepala daerah, dengan sederet temuan ini Apakah menjadi sebuah Prestasi yang patut di Apresiasi atau menjadi Warning untuk menjalankan roda Pemerintahan selama lima tahun kedepan. Baca edisi mendatang.
(REDAKSI)